wrapper

Jakarta - Kalangan pengusaha tambang minyak dan gas asal Inggris berkomitmen memperluas nilai investasi mereka di Indonesia. Demikian juga pengusaha bidang agrikultur dan keuangan. "Mereka yang sudah tanamkan investasi di sini, sampaikan komitmennya untuk perluas investasi.

Ada BP, Premier Oil dan Standart Chartered," kata Ketua KADIN MS Hidayat di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (30/3/2006). Komitmen tersebut ia ungkapkan pada wartawan usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima belasan pengusaha Inggris. Mereka adalah anggota dari rombongan kunjungan kerja PM Tony Blair ke Indonesia. Menurut Wakil Ketua IBBC (Indonesia British Bussines Council) Maxi Gunawan, salah satu perusahaan Inggris yang antusias tanamkan modal di Indonesia adalah Premier Oil yang selama ini mengelola tambang di Natuna.

Pimpinan perusahaan itu pada Presiden SBY menyatakan kegembiraannya telah menemukan sumur-sumur baru di sana. Menurut Maxi, atas komitmen pengusaha asal Inggris, SBY menyatakan kegembiraanya. Kepala Negara memaparkan bahwa saat ini pemerintah tengah berusaha keras perbaiki iklim ivestasi. Yaitu dengan memperbaiki aturan perundangan tentang investasi, pajak, bea dan cukai. "Presiden ingin pengusaha yang sudah ada menjadi lokomotif perluasan investasi dan mengajak rekan-rekannya di Inggris untuk datang ke sini," ujarnya.

Sementara PM Tony Blair dalam pertemuan IBBC dengan beberapa saat sebelumnya, berjanji akan mendorong pengusaha Inggris untuk berinvestasi di Indonesia. Untuk itu ia juga mengundang Presiden SBY bertemu langsung dengan mereka di London tahun ini. "Tadi saya ditugaskan presiden mempersiapkan materi sebelum berkunjung ke UK," tambah Maxi.

 

source: detik.com

Last modified on Wednesday, 07 October 2015