wrapper

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Kandidat Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Maxi Gunawan, menemui jajaran pengurus Kadin Jawa Timur (Jatim), Rabu (7/10/2015).

Dalam pertemuan ini, Maxi yang masih menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Hubungan Kerjasama Lembaga Internasional Kadin Indonesia ini, mencari dukungan dan meminta informasi terkait pasar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Jatim.

"Kondisi usaha memang ada perputaran. Naik dan turun. Dalam kondisi turun seperti saat ini yang diperlukan adalah inovasi dan pengembangan usaha untuk bisa bertahan," kata Maxi yang dikenal banyak mendukung produk dan brand lokal agar bisa dikenal oleh dunia internasional itu.

Didampingi La Nyala Mataliti, Ketua Kadin Jatim, Maxi melihat potensi UMKM adalah yang mampu tetap bertahan menghadapi krisis seperti sekarang ini. Pasar dan bahkan baku lokal menjadi nilai lebih bagi UMKM untuk bisa operasional tanpa dipengaruhi nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) dan kondisi ekonomi global yang memberi imbas pasar ekspor produk Indonesia menjadi kacau balau.

"Apalagi regulasi pemerintah saat ini sudah jelas. Banyak yang diberikan kemudahan bagi UMKM. Misalnya kredit modal dengan suku bunga rendah," lanjut Maxi yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia Periode 2015 - 2020 tersebut.

Kadin Indonesia sendiri sudah mendorong pemerintah untuk mengimplikasikan kredit modal UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan memanfaatkan jaringan perbankan nasional.
Salah satunya Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang memiliki jaringan luas di pelosok. Hal ini sesuai dengan lokasi UMKM yang mayoritas juga di pelosok dan bankable atau belum memiliki akses perbankan, baik syarat untuk kredit modal maupun akses lokasi usaha ke bank.

"Karena itu saya dorong UMKM bidang ketahanan energi, pangan, maritim dan pariwisata untuk digenjot. Infrastruktur pendukung juga harus dibangun," lanjut Maxi.

Lebih lanjut, Maxi menyebutkan, Jatim memiliki potensi yang besar dengan pertumbuhan ekonomi diatas nasional, yaitu 4,7 persen, sementara nasional hanya 4,1 persen. Jatim bisa menjadi role model nasional, bahkan Kadin Jatim sudah memiliki akses dengan UMKM melalui lembaga Kadin Institute yang memberi pelatihan dan pendampingan untuk pengembangan UMKM. Sesuai dengan targetnya, misalnya ketahanan energi, Maxi mendorong adanya upaya mencari energi alternatif dari non fosil, seperti biogas, biomassa, dan bio etanol.

Deddy Suhajadi, Wakil Ketua Kadin Jatim, mengakui bila iklim usaha di Jatim sangat mendukung ekonomi nasional. Stabilitas keamanan, kebijakan pemerintah sangat mendukung.
"Terutama perbankan, dimana Bank Jatim dan Bank UMKM sudah memberikan kredit dengan suku bunga terjangkau bagi para pengusaha UMKM," tambahnya.
Seperti diketahui Bank UMKM mendapatkan Dana Linkage dari Bank Jatim untuk kredit UMKM dengan suku bunga 6 persen bagi petani atau usaha agrobinis.

 

Source: tribunnews.com

Last modified on Thursday, 08 October 2015