wrapper

Kadin Harus Bangun Ekonomi Kerakyatan Pengurus pusat Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Maxi Gunawan menyapa dan berbincang dengan pedagang buah di sela-sela deklarasi dirinya sebagai calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia periode 2015-2020 di Pasar Induk Caringin, Bandung

[BANDUNG] Kamar Dagang dan Industri (Kadin) saatnya lebih berperan untuk membangun ekonomi kerakyatan. Menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Kadin harus melibatkan pengusaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi.

“Kewajiban kita membantu pemerintah untuk membenahi perekonomian negara. Setiap tantangan pasti ada peluang. Saatnya KADIN berperan dalam upaya meningkatkan ekonomi kerakyatan terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. KADIN Harus melibatkan usaha mikro kecil dan menengah serta koperasi,” tegas Ketua Komite Tetap Hubungan Kerja Sama Lembaga Internasional Kadin Indonesia Maxi Gunawan, di Bandung, Rabu (20/5) pagi.

Maxi menegaskan hal itu, saat mendeklarasikan diri sebagai calon ketua umum Kadin Indonesia periode 2015-2020, di Pasar Induk Caringin, Bandung. Dipilihnya Pasar Induk Caringin, jelas Maxi, karena pasar tradisional ke depan memiliki peranan penting dalam menghidupkan perekonomian masyarakat menengah ke bawah.

“Pemerintah akan segera membangun dan merevitalisasi 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia. Tahun ini pemerintah berencana membangun dan merevitalitasi seribu pasar tradisional dengan dana sekitar Rp2 triliun,” ungkapnya.

Pasar Induk Caringin mewadahi setidaknya 5.000 pedagang yang mewakili seluruh etnis di Indonesia. Pasar yang mendapatkan pasokan barang dari 12 provinsi ini juga menjadi titik kumpul pasokan barang untuk 500 pasar tradisional di Jawa Barat.

Menurutnya, selain membangun pasar secara fisik, ada hal yang lebih penting untuk digarap yaitu mengelola pasar-pasar tersebut di masa depan. “Ke depan, pasar tradisional harus mampu berperan sebagai stabilisator suplai dan harga bahan pokok,” ungkap Maxi yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tersebut.

Menghadapi tantangan pembangunan ekonomi ke depan, Maxi bertekad membawa Kadin menjadi semakin dihormati dan disegani. Untuk itu, Kadin tidak boleh menutup diri dan menciptakan sekat-sekat.

“Kadin harus bisa menjadi sahabat untuk semua pihak, baik itu pedagang, pengusaha, maupun asosiasi-asosiasi. Organisasi ini juga harus bisa menjadi jembatan antara dunia usaha dan pemerintah,” terangnya.

Maxi, yang juga duduk sebagai anggota ASEAN Business Advisory Council sekaligus Ketua Komite Pengarah Uni Eropa di ASEAN Business Summit ini juga berharap pemerintah melibatkan dunia usaha di daerah dalam berbagai proyek pembangunan di tingkat nasional.

“Kadin pusat juga tidak boleh merasa dirinya lebih tinggi daripada Kadin di daerah,” pintanya.

Ketua Kadin Jawa Barat Agung Suryamal Sutisno mendukung deklarasi yang dilakukan Maxi. Menurutnya, calon ketua umum Kadin ke depan harus bisa beradaptasi dengan berbagai perubahan.

“Calon ketua Kadin harus berkeliling ke seluruh Indonesia. Visi dan misi Kadin harus jadi lokomotif ekonomi nasional,” ujar Agung.

Terkait kondisi di Jawa Barat, Agung menitipkan perlunya penetapan prioritas dari Kadin terkait pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah. “Sekarang 59% barang ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok itu dari Jawa Barat. Tapi kami sama sekali tidak punya pelabuhan laut,” ungkapnya. [153/L-8]


Source: beritasatu.com

Last modified on Thursday, 08 October 2015