wrapper

Maxi Gunawan - Santuni Anak Yatim Dan Rencana Hadapi MEA Maxi Gunawan - Santuni Anak Yatim Dan Rencana Hadapi MEA

KBRN-Batam :Calon Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Periode 2015-2020, Maxi Gunawan menggelar acara Buka bersama dengan seribu dua ratus anak yatim di lantai 3 ruang Galaxi Hotel Planet Holiday Batam Kepulauan Riau.

Dalam Acara tersebut juga di sertai dengan kegiatan seminar yang bertema mengenal lebih dekat ekonomi syariah yang di lanjutkan dengan acara Berbuka puasa bersama 1200 anak yatim piatu, yang berasal dari berbagai pondok pesantren serta memberikan bingkisan dan santunan.

Kegiatan acara buka bersama ini juga di hadiri oleh Gubernur Kepri H Muhammad Sani, beberapa tamu undangan dari Bank Indonesia, perwakilan mahasiswa sekota Batam, Pengusaha dan ketua Kadin seluruh Kepri serta koleganya.

Kegiatan tersebut di lanjutkan dengan Konferensi Pers bersama awak media di Restoran Golden Prown yang diikuti oleh beberapa Media lokal maupun Daerah.

Maxi mengatakan, Kesiapan mengahadapi MEA 2015 Kamar Dagang Indonesia (Kadin) berfungsi memberikan informasi yang kongkrit kepada pemerintah sekaligus menjadi mitra dengan memberikan usulan tentang rencana dan program yang bisa mendongkrak kemajuan bagi perekonomian daerah maupun Nasional.

“Masyarakat Indonesia harus cinta dan bangga menggunakan produk dalam negeri,"tegas Maxi di restoran Golden Prown Sabtu 4/07/2015.

Ketua Umum Kadin Propinsi Kepri Akhmad Maruf Maulana mengatakan "suka ataupun tidak suka kita harus siap dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015,terutama masyarakat Kepulauan Riau yang menjadi pintu gerbang perdagangan dunia, dengan menggenjot faktor pelaku usaha dalam menghadapi pesaing dari negara lain terutama Malaysia dan singapura".

MEA 2015 sangat berkaitan erat dengan adanya demo buruh yang sering di lakukan oleh para pekerja yang selalu berbenturan dengan para pengusaha dan para Investor Asing juga berbenturan dengan Kadin itu sendiri.

"Untuk itu kita harus bisa merangkul para buruh dan pengusaha dengan melakukan kegiatan seperti Mayday yang selama ini belum pernah di lakukan oleh Kadin, agar buruh setiap tahunnya tidak perlu melakukan demo yang akan merugikan perekonomian dan menghambat dunia usaha, ungkap Ma'ruf".

Vice Chairman Of IT, Telecommunication Broadcast Research & Technology Sector Didie W Soewondo menambahkan, berkaitan dengan MEA 2015, pemerintah harus bertindak tegas terhadap para pelaku usaha yang telah melanggar peraturan tentang penggunaan mata uang asing dalam bertransaksi karena itu bisa menjadi penghambat perekonomian dunia usaha.

Didie W Soewondo juga berharap ke pada pemerintah dalam menghadapi persaingan dengan negara asing dalam hal perdagangan, agar pemerintah memberikan kelonggaran perijinan usaha sehingga dengan mudahnya perijinan kedepannya akan mampu mendongkrak kenaikan Investasi.IKA


Source: rri.co.id

Last modified on Monday, 19 October 2015