wrapper

Menyoal Problem Energi yang Dihadapi Bangsa Kita Foto Ilustrasi

Indonesia adalah salah satu negara yang sangat kaya potensi energi. Letak negara kita yang ada di garis khatulistiwa dan pertemuan gunung api, serta diapit berbagai samudera besar, sangat menjanjikan.

Kita bisa mengeksploitasi berbagai jenis energi seperti matahari, panas bumi, air, ombak, dan sebagainya membuat kita sebenarnya tak akan kehabisan energi dalam waktu dekat. Kekayaan yang membuat iri bangsa lain.

Sayangnya ini belum terwujud dalam ketahanan energi Indonesia. Saat ini Indonesia baru memiliki pasokan energi 50000MW selama 70 tahun pembangunan. Sementara kebutuhan energi kita akan memuncak menjadi  74 ribu MW pada 2019.

Karena itu muncul kebutuhan untuk membangun lebih banyak pembangkit dengan target 35000 Megawatt. Ini diungkapkan oleh Jokowi  “Ini bukan proyek yang ambisius. Dan bukan sebuah target yang sangat tinggi,” kata Jokowi saat membuka peresmian proyek 35.000 MW di  Pantai Samas, Bantul, Yogyakarta.

Senada dengan Jokowi, pengusaha yang kini menjadi Calon Kuat Ketua Umum Kadin Indonesia, Maxi Gunawan, mengungkapkan energi sebagai salah satu kebutuhan penting dunia usaha kita.  “Sekarang ini yang harus kita perkuat adalah ketahanan pangan, ketahanan energi juga jadi apalagi sekarang juga ada program maritim. Itu semua yang harus kita perkuat. Kadin bersama pemerintah harus duduk bersama-sama untuk mencari solusi bagaimana semuanya itu dapat dipecahkan dan dicari solusinya,” katanya meyakinkan.

Tak hanya menyediakan energi, pembangunan pembangkit listrik juga akan membangun banyak sekali lapangan kerja untuk rakyat Indonesia, terutama ahli listrik dan sipil. Inilah yang membuat pemerintah begitu yakin akan pembangunan listrik 35000MW.

“Sebaran lokasi 59 lokasi di Sumatra, 34 lokasi di Pulau Jawa, 49 lokasi di Sulawesi, Kalimantan 34 lokasi dan Indonesia Timur 34 lokasi. Program ini akan membuka peluang bagi pembangunan 75 ribu set tower, memanfaatkan 300 ribu kilometer konduktor aluminium, membangun 1.382 unit gardu induk, menggunakan 2.600 set travo dan menyerap 3,5 juta ton baja profil dan pipa bukan pembangkit,” jelas Menteri ESDM, Sudirman Said menjanjikan.


Sumber: energialternatif.com

Last modified on Tuesday, 27 October 2015