wrapper

DUTA Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Robert Blake, menilai gagasan presiden terpilih Joko Widodo tentang poros maritim merupakan langkah tepat untuk peningkatan kesejahteraan dan mendorong Indonesia menjadi kekuatan ekonomi dunia.

"Saya kira ide poros maritim yang digagas Pak Jokowi merupakan gagasan brilian. Itu sangat sesuai dengan potensi yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan," papar Robert dalam pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, gagasan itu, pertama, mampu meringankan ongkos produksi dan terjadi desentralisasi pembangunan ekonomi di semua wilayah. Kedua, maritim merupakan sektor utama yang harus dibangun karena Indonesia merupakan negara kepulauan.

Selanjutnya, ketiga, pembangunan sektor laut bisa mendorong pertumbuhan ekonomi makro dan mikro sehingga Indonesia bisa lebih cepat menjadi kekuatan ekonomi dunia.

Turut hadir dalam pertemuan itu, anara lain Ketua DPP Partai NasDem Maxi Gunawan, Siti Nurbaya Bakar, dan Enggartiasto Lukita. Juga dihadiri Political Conselir Kedubes AS untuk Indonesia, Mark D Clarck.

Lebih lanjut, Robert mengatakan pemerintah Amerika mendukung penuh gagasan tersebut karena dinilai mampu mendorong sektor ekonomi Indonesia. Sumber daya maritim Indonesia sangat luar biasa dan bisa memenuhi kesejahteraan rakyat.

Lebih jauh, Robert berharap kerja sama Indonesia dan Amerika bisa lebih erat lagi. "Kami memutuskan bertemu Pak Surya karena Partai NasDem mampu mendorong Pak Jokowi lebih baik di pemerintahan dan kerja sama luar negeri. Maka itu kami ingin kerja sama di bawah Presiden Jokowi lebih erat lagi. Indonesia dan Amerika memiliki masalah yang harus dihadapi bersama seperti perdamaian dunia, korupsi, dan terorisme," ujarnya.

Surya Paloh mengapresiasi dukungan pemerintah Amerika terhadap gagasan dan program pembangunan yang diusung pemerintahan Jokowi, seperti pembangunan maritim. "Mudah-mudahan itu semua memberikan benefid yang lebih baik bagi hubungan bilateral Indonesia-Amerika," tutur Surya.

Ia berharap hubungan baik kedua negara semakin ditingkatkan di era pemerintahan baru lima tahun ke depan.

Pelemahan demokrasi
Dalam kesempatan itu, Robert juga memaparkan bahwa pemerintah dan rakyat Amerika kecewa terahadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pasalnya, pembangunan demokrasi yang awalnya patut dicontoh seluruh negara demokrasi termasuk Amerika, berbuntut kekecewaan akibat SBY membiarkan pemilihan kepala daerah oleh DPRD.

"Saya menerima keluhan dari pemerintah dan masyarakat Amerika soal pemilihan kepala daerah dikembalikan ke DPRD. Kami semua menilai itu pelemahan demokrasi yang awalnya paling baik di dunia.Itulah poin buruk bagi Presiden SBY," tukasnya.

Meski demikian, Robert mengaku pemerintah Amerika mengapresiasi proses Pilpres 2014 yang aman dan damai."Indonesia sangat berhasil dalam pemilihan presiden yang demokratis, aman, dan damai," pungkasnya.

 

Source : www.mediaindonesia.com

Last modified on Tuesday, 06 October 2015